Suami Aniaya Istri hingga Tewas, Polres Bantul Gelar Rekonstruksi

0
80
Keterangan Foto : Polres Bantul menggelar rekonstruksi kasus penganiayaan yang dilakukan oleh seorang suami terhadap istrinya hingga tewas.(Tanto)

Bantul – batamtimea.co – Polres Bantul menggelar rekonstruksi kasus penganiayaan yang dilakukan oleh seorang suami terhadap istrinya hingga tewas. Rekonstruksi dilaksanakan di halaman Mapolres Bantul pada Rabu (26/2/2025) pagi.

Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana, menyatakan bahwa tersangka, AP (39), memperagakan secara langsung adegan penganiayaan yang dilakukannya hingga menyebabkan korban, W (33), meninggal dunia.

“Rekonstruksi kami adakan di halaman Mapolres Bantul demi keamanan dan kelancaran. Tersangka AP kami hadirkan secara langsung, sementara korban diperankan oleh boneka sebagai pengganti,” ujar Jeffry.

Rekonstruksi ini juga menghadirkan sejumlah saksi untuk memperjelas alur kejadian yang merenggut nyawa W. Sebanyak 34 adegan diperagakan oleh pelaku, mulai dari saat dijemput oleh korban di lokasi pemancingan hingga proses pembungkusan jenazah dengan kain berwarna merah.

“Dalam adegan tersebut, diketahui bahwa korban dianiaya dengan cara dipukul pada bagian belakang kepala menggunakan linggis sebanyak satu kali,” ungkap Jeffry.

Kronologi Kejadian

Peristiwa tragis ini terjadi pada Sabtu (1/2/2025) di Karangjati, Kalurahan Tamantirto, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. AP mengaku penganiayaan dilakukan secara spontan setelah terlibat cekcok dengan korban yang meminta cerai.

“Saya tidak berniat membunuh. Itu spontan saja karena sebelumnya cekcok,” ujar AP dalam konferensi pers di Lobby Polres Bantul pada Selasa (11/2/2025).

Pasangan ini diketahui telah pisah ranjang selama tiga tahun dan memiliki dua anak. Meski demikian, AP menegaskan tidak ingin bercerai meskipun korban sudah mengajukan gugatan cerai.

Linggis yang digunakan untuk memukul kepala korban merupakan warisan orang tua AP. Setelah melakukan pemukulan, AP meninggalkan korban untuk menonton pertandingan voli tanpa memeriksa kondisinya.

Sekembalinya dari pertandingan, AP mendapati korban sudah mengeluarkan banyak darah. Dalam keadaan panik, jenazah korban dibungkus menggunakan jas hujan dan kain merah. Untuk menghilangkan bau, AP menuangkan pewangi pakaian di kain pembungkus jenazah.

Kasus ini kini dalam proses penyidikan lebih lanjut oleh Polres Bantul.

 

Editor : Pohan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here